Manchester United sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan bek tengah Everton, Jarrad Branthwaite, dengan harga £65 juta untuk memperkuat lini pertahanan mereka yang rapuh. Setan Merah sebelumnya telah dikaitkan dengan kepindahan bek Inggris tersebut, tetapi sebelumnya enggan memenuhi harga yang diminta The Toffees. United, yang sangat membutuhkan tambahan pemain bertahan, mungkin akan segera merekrut bek tersebut pada bulan Januari.
Ketertarikan pada Branthwaite terus meningkat
Branthwaite tampaknya telah menepis semua rumor kepergiannya dari Everton ketika ia menandatangani kontrak baru di klub pada bulan Juni, tetapi hal ini tidak menghentikan para pemain yang sebelumnya menginginkan kepindahan. United mendatangkan Matheus Cunha dari Wolves musim panas ini, meskipun pemain Brasil itu telah menandatangani kontrak baru di klub dan telah mengumumkan perpanjangan kontraknya dengan cukup antusias pada bulan Januari. Setan Merah mungkin ingin mengulangi hal yang sama dengan bek Inggris tersebut.
Branthwaite telah berkembang menjadi salah satu prospek pertahanan paling cemerlang di Liga Premier dan kemitraannya dengan James Tarkowski di depan Jordan Pickford di bawah mistar gawang telah menjadi tembok pertahanan yang sangat kuat. Branthwaite, seorang bek kidal, telah muncul di puncak daftar belanja sejumlah klub berkat perpaduan fisik dan kemampuannya dalam mengolah bola, yang cocok untuk bek tengah bergaya modern.
Menurut Daily Star, Branthwaite adalah pilihan pertama United untuk menggantikan Harry Maguire yang berusia 33 tahun, yang kontraknya berakhir musim panas mendatang, tetapi akan menghadapi persaingan dari rival beratnya, Liverpool. The Reds telah mengincar Branthwaite sebagai calon penerus jangka panjang Virgil van Dijk dan bisa menggantikan Ibrahima Konate yang diperkirakan akan menyelesaikan kepindahan Bosman ke Real Madrid tahun depan. Namun, belum jelas apakah Branthwaite akan tertarik untuk beralih dari tim biru Merseyside ke tim merah.
Kelemahan lini pertahanan United kembali terungkap
Kesulitan United asuhan Ruben Amorim terus memburuk dan hampir tidak ada tanda-tanda perbaikan di Old Trafford dalam waktu dekat. Pelatih asal Portugal ini tetap setia pada formasi 3-4-3 yang ia gunakan selama masa jabatannya, meskipun hanya meraih sembilan kemenangan dari 33 pertandingan, dan belum menemukan susunan pemain inti terkuatnya. Pemilihan pemain yang tidak konsisten dan performa para pemain bertahannya telah menciptakan celah besar di lini belakang, yang diekspos secara brutal oleh Brentford pada hari Sabtu. Igor Thiago memanfaatkan pertahanan Setan Merah yang kurang prima untuk mencetak dua gol dan Mathias Jensen menambahkan gol ketiga sehingga total kebobolan United menjadi 11 gol dari hanya enam pertandingan Liga Primer. Setan Merah telah menempatkan sejumlah pemain bertahan di tiga posisi pertahanan yang tersedia, masing-masing dengan tingkat keberhasilan yang beragam, dan upaya mereka untuk mendapatkan pemain yang andal di lini belakang tampaknya tak pernah berakhir. Branthwaite dari Everton bisa menjadi pilihan ideal di lini belakang untuk mengisi lubang yang sering ditemukan di jantung pertahanan United, tetapi membujuknya untuk bergabung mungkin sulit.
Rumput tetangga tak selalu lebih hijau
Branthwaite tak perlu bersusah payah mencari seseorang yang pernah mengalami kesulitan hidup di Manchester. Bek tersebut baru-baru ini bergabung dengan Everton bersama Jack Grealish, yang dipinjam dari Manchester City, yang sedang menikmati kebangkitan di Stadion Hill Dickinson. Pemain sayap Inggris ini pindah ke City dengan harga £100 juta setelah menjalani beberapa musim spektakuler bersama Aston Villa, tetapi, setelah golnya menipis dan ia tersingkir dari tim, ia kesulitan untuk menonjol di skuad Pep Guardiola. Ia mengakui bahwa tingkahnya di luar lapangan tidak membantu, tetapi sejak pindah ke Everton, Grealish telah berubah. Branthwaite mungkin akan melihat Grealish di ruang ganti dan menyadari bahwa pindah ke klub yang lebih besar mungkin bukan langkah yang tepat untuknya saat ini.
Everton Berharap Hindari Kepergian Nuno
Everton seharusnya menghabiskan pekan terakhir mempersiapkan kedatangan West Ham asuhan Graham Potter di barat laut, tetapi kini mungkin harus menyesuaikan persiapan mereka menyusul pemecatan mantan pelatih Chelsea dan Brighton tersebut. The Hammers segera mendatangkan mantan pelatih Nottingham Forest, Nuno Espirito Santo, dengan harapan pelatih asal Portugal itu dapat memperbaiki performa buruk mereka di awal musim.
Pertandingan hari Senin juga mempertemukan David Moyes dengan mantan timnya. Manajer asal Skotlandia ini memimpin kesuksesan West Ham di Liga Konferensi Eropa dan akan sekali lagi bertekad untuk membuktikan kepada mantan klubnya bahwa mereka salah telah memecatnya begitu saja. The Toffees berpeluang naik ke zona kualifikasi Eropa dengan kemenangan atas The Hammers.